Salatiga (8/4), Seluruh siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah Plus Salatiga dengan jumlah 68 siswa beserta 8 bapak ibu guru pendamping mengikuti kegiatan outing class di Taman Nasional Gunung Merbabu Pesona Alam Kalipasang Pulihan, Batur, Getasan, Kabupaten Semarang.
Kegiatan outing class adalah kegiatan pembelajaran di luar kelas atau luar sekolah guna menunjang pembelajaran mereka di kelas. Salah satu pembelajaran efektif di luar kelas sangat berguna untuk menumbuhkan kreatifitas serta mengembangkan pembelajaran ke ranah kontekstual sesuai dengan acuan kurikulum 2013. Outing Class ini rutin dilaksanakan setiap dua kali dalam satu semester.
Taman Nasional Gunung Merbabu dipilih sebagai tempat outing class class kali ini adalah untuk memberikan pengetahuan tentang manfaat lingkungan alam serta buatan, memahami ciri-ciri makhluk hidup, serta mempraktikkan rumus Pythagoras sebagai aplikasi dalam pembelajaran Matematika.
Kegiatan ini dimulai pukul 08.30 sampai pukul 11.00 WIB. Siswa dibagi kedalam tujuh kelompok belajar dengan masing-masing kelompok berisi 10 anak. Siswa diminta untuk berjalan menyusuri hutan pinus sesuai dengan rute yang telah ditentukan. Terdapat 4 pos pembelajaran dengan tantangan yang berbeda.
Seperti, pos pertama adalah mata pelajaran matematika, masing-masing kelompok diminta untuk mengukur tinggi pohon menggunakan Theorema Phytagoras. Pos kedua peserta diberikan tugas mengamati ciri morfologi dari tumbuhan pinus, hal ini mengacu pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).
Sedangkan pada pos ketiga dengan metode games, peserta ditantang untuk menyampaikan pesan diantara teman kelompoknya menggunakan bahasa Inggris dengan kalimat yang telah ditentukan. Sedangkan di pos keempat, untuk meningkatkan kemampuan bahasa Arab, peserta bermain komunikata menggunakan bahasa Arab.
“Dengan diadakannya kegiatan outing class kali ini kami berharap kegiatan ini dapat membentuk karakter peserta didik yang peduli terhadap lingkungan. Selain kontektualisasi pengetahuan, kegiatan ini dapat menumbuhkan karakter kerjasama antar teman melalui games yang diberikan.” ungkap Sutomo, M.Ag., penerima beasiswa School Leadership and Supervision Training Program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ke Jiangsu, China.
