Salatiga – SMP Muhammadiyah Plus Salatiga menyelenggarakan kegiatan Kokurikuler STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) Level 8 pada Kamis, 1 Oktober 2026. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh siswa Level 8 ini dilaksanakan di lingkungan SMP Muhammadiyah Plus Salatiga dengan mengangkat pembelajaran tentang eksperimen yang memengaruhi terjadinya cuaca dan iklim.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar yang kontekstual dan mendorong siswa memahami fenomena alam melalui pendekatan ilmiah. Melalui pembelajaran berbasis STEM, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoritis, tetapi juga terlibat langsung dalam proses eksperimen, pengamatan, pengolahan data, hingga penyusunan argumen ilmiah.
Dalam kegiatan ini, siswa mempelajari pengaruh sudut datang sinar matahari terhadap suhu di berbagai wilayah bumi. Dengan memanfaatkan peralatan dan bahan yang telah disediakan, siswa melakukan eksperimen untuk memahami mengapa wilayah khatulistiwa menerima panas lebih besar dibandingkan wilayah kutub. Eksperimen tersebut memberikan gambaran nyata mengenai hubungan antara sudut penyinaran matahari dan perbedaan suhu di permukaan bumi.
Selain melakukan eksperimen, siswa juga belajar menghitung dan menganalisis data iklim. Hasil pengamatan kemudian digunakan sebagai dasar untuk menyusun argumen ilmiah menggunakan pendekatan CER (Claim, Evidence, Reasoning). Melalui pendekatan ini, siswa dilatih untuk menyampaikan klaim, mengemukakan bukti berdasarkan hasil pengamatan, serta memberikan penalaran ilmiah yang mendukung kesimpulan mereka.
Kepala SMP Muhammadiyah Plus Salatiga, Arif Fahrurozi, S.Pd., menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan pembelajaran berbasis STEM sebagai bagian dari pengembangan kualitas pendidikan di sekolah.
“Pembelajaran STEM menjadi salah satu pendekatan penting dalam membangun kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan pemecahan masalah pada diri siswa. Melalui kegiatan eksperimen dan analisis, siswa belajar menghubungkan konsep yang dipelajari dengan fenomena nyata di sekitarnya. Hal ini sejalan dengan komitmen SMP Muhammadiyah Plus Salatiga sebagai sekolah model yang terus mengembangkan inovasi pembelajaran, menghadirkan pengalaman belajar bermakna, serta mempersiapkan siswa agar memiliki kompetensi yang relevan dengan tantangan masa depan,” ungkapnya.
Melalui kegiatan Kokurikuler STEM ini, diharapkan siswa Level 8 semakin terampil dalam mengamati fenomena alam, mengolah informasi berbasis data, serta menyampaikan pemikiran secara logis dan ilmiah. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud komitmen SMP Muhammadiyah Plus Salatiga dalam menghadirkan pembelajaran inovatif yang mengintegrasikan pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman nyata dalam proses pendidikan.











