Salatiga, 21 Oktober 2026 — Sebanyak 147 siswa Level VIII SMP Muhammadiyah Plus Salatiga mengikuti kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) pada Rabu–Kamis, 21–22 Oktober 2026. Kegiatan yang mengusung tema “Creating Future Leaders with Strong Faith, Noble Character, and Outstanding Leadership” ini dilaksanakan di Batalyon Infanteri 411/Pandawa/6/2 Kostrad Salatiga.
LDKS menjadi salah satu kegiatan yang dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada siswa tentang arti disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan kepemimpinan. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar tentang bagaimana menjadi seorang pemimpin, tetapi juga bagaimana menjadi pribadi yang memiliki iman yang kuat, akhlak yang baik, dan mampu bertanggung jawab terhadap diri sendiri maupun orang lain.
Rabu pagi, seluruh siswa diberangkatkan dari SMP Muhammadiyah Plus Salatiga menuju Batalyon Infanteri 411/Pandawa/6/2 Kostrad Salatiga. Setibanya di lokasi, siswa dibariskan dengan rapi sebelum memasuki area Batalyon 411.
Kegiatan diawali dengan pembukaan LDKS yang dipimpin oleh Kepala SMP Muhammadiyah Plus Salatiga, Bapak Arif Fahrurozi, S.Pd.
Dalam amanatnya, beliau mengingatkan siswa untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh. Beliau juga menekankan bahwa belajar tidak hanya dilakukan di dalam kelas.
“Kita di sini berniat untuk belajar. Kita bisa belajar dengan siapa saja dan di mana saja. Dengarkan dan ikuti setiap instruksi yang disampaikan oleh tim 411. Apa yang kalian dapatkan di sini bisa menjadi bekal untuk masa depan.”
Pesan tersebut menjadi pembuka bagi siswa untuk mengikuti kegiatan dengan sikap terbuka dan siap belajar. Bagi sebagian siswa, kegiatan LDKS di lingkungan militer tentu memberikan suasana yang berbeda dari kegiatan belajar sehari-hari di sekolah.
Setelah acara pembukaan, siswa mengikuti berbagai kegiatan yang diberikan oleh tim instruktur dari Batalyon Infanteri 411/Pandawa/6/2 Kostrad Salatiga. Beberapa materi yang diberikan antara lain bela negara, Peraturan Baris-Berbaris (PBB), dan kedisiplinan.
Dalam kegiatan PBB, misalnya, siswa belajar untuk bergerak secara bersama-sama dan mengikuti instruksi dengan tepat. Hal-hal sederhana seperti ketepatan waktu, kerapian barisan, mendengarkan instruksi, dan bekerja sama menjadi bagian dari proses belajar siswa.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu siswa memahami bahwa kepemimpinan bukan hanya tentang menjadi orang yang berada di depan. Seorang pemimpin juga perlu belajar mendengarkan, mengikuti aturan, bekerja sama, dan bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan.
Tema “Creating Future Leaders with Strong Faith, Noble Character, and Outstanding Leadership” menjadi pengingat bahwa pemimpin masa depan perlu memiliki karakter yang kuat. Kemampuan memimpin perlu berjalan bersama dengan iman, akhlak, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab.
Kepala SMP Muhammadiyah Plus Salatiga, Bapak Arif Fahrurozi, S.Pd., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan LDKS Level VIII.
“Alhamdulillah, kami bersyukur kegiatan LDKS Level VIII dapat terlaksana. Anak-anak mendapatkan pengalaman belajar yang berbeda. Mereka belajar disiplin, mengikuti aturan, bekerja sama, dan belajar bertanggung jawab. Mudah-mudahan pengalaman selama dua hari ini menjadi bekal yang baik bagi mereka, bukan hanya untuk kegiatan di sekolah, tetapi juga untuk kehidupan mereka di masa yang akan datang.”
Beliau juga menyampaikan terima kasih kepada pihak Batalyon Infanteri 411/Pandawa/6/2 Kostrad Salatiga, tim instruktur, guru pendamping, serta seluruh pihak yang telah membantu sehingga kegiatan dapat berjalan dengan baik.
Dengan mengikuti LDKS, siswa Level VIII diharapkan semakin siap untuk berkembang menjadi generasi yang kuat dalam iman, baik dalam karakter, dan mampu memimpin dengan penuh tanggung jawab.
Dari barisan yang rapi, tumbuh kedisiplinan. Dari pengalaman bersama, tumbuh kepemimpinan. Dari karakter yang kuat, lahir pemimpin masa depan.





