• January 29, 2023 8:59 am

SMP MUHAMMADIYAH PLUS SALATIGA

Generasi Unggul, Cerdas, dan Qur'ani

SMP Muhammadiyah Plus Terima Penghargaan Juara dari Menteri Perdagangan RI

Bysmpmplus

Nov 26, 2022


Tim Drama Kolosal SMP Muhammadiyah Plus berhasil meraih juara 3 dalam kegiatan Muktamar Fair Muhammadiyah dan Aisyiyah ke 48 (20/11).

Perayaan Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah ke 48 tahun ini terasa begitu meriah dan mengagumkan. Setelah sempat terhenti karena pandemi covid 19, di tahun 2022 rangkaian acara Muktamar yang digelar di Kota Surakarta diikuti oleh puluhan ribu orang dari seluruh Indonesia. Acara yang berlangsung selama tiga hari dari tanggal 18-20 November 2022 tersebut terbagi ke dalam tiga tempat acara yaitu Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Stadion Manahan, dan The Tjolomadu Herritage. UMS digunakan untuk sidang tanwir dan muktamar, Stadion Manahan digunakan untuk pembukaan muktamar, sedangkan The Tjolomadu Herritage digunakan untuk menggelar kegiatan Muktamar Fair yang berisi pameran bazar kreativitas, inovasi, dan juga UMKM.

Salah satu rangkaian acara Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah ke 48 ini adalah gelaran berbagai macam lomba untuk siswa SD, SMP, SMK, SMA, bahkan Perguruan Tinggi. Dalam kesempatan tersebut SMP Muhammadiyah Plus Salatiga mengikuti dua cabang lomba. Lomba pertama bersifat daring yang diprakarsai oleh PP Muhammadiyah untuk memeriahkan agenda Muktamar tahun 2022. Bintang Sachio Ayodani berkesempatan mengikuti lomba DAI cilik kategori SMP tingkat nasional. Siswi kelas IX tersebut pun berhasil lolos menjadi juara 3 setelah berlatih dengan tekun di bawah bimbingan Muttaqin, M.Pd.

Lomba kedua yang diikuti oleh SMP Muhammadiyah Plus Salatiga bersifat luring. Lomba drama  kolosal diikuti oleh Teater Tumbuh SMP Muhammadiyah Plus Salatiga dengan menerjunkan tiga belas pemain hebatnya. Diselenggarakan secara langsung di Muktamar Fair yang berlokasi di The Tjolomadu Herritage, para peserta tampil totalitas membawakan drama dengan judul “Bercahaya Bersama Semesta.” Di bawah bimbingan Toat Abdaul Islami, S.Pd., drama ini menceritakan tentang sejarah Muhammadiyah untuk memurnikan ajaran agama kembali kepada Al-Quran dan hadis hingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Perjuangan Muhammadiyah tidak hanya di masa lalu, tetapi juga masa sekarang hingga masa depan.

Drama yang berlangsung 20 menit tersebut diawali dengan penampilan tari oleh Muna, Raya, Safina, dan Najma. Kemudian, tokoh Ahmad Dahlan yang diperankan oleh Candra dan tokoh murid Ahmad Dahlan yang diperankan oleh Rayi Faza masuk membuka dialog. Setelah itu para penari masuk kembali untuk menampilkan tarian kedua dan dilanjutkan monolog oleh Bintang Sachio. Kemudian Berlian Kirana masuk untuk menampilkan seni Tapak Suci. Adegan selanjutnya yaitu anak-anak HW yang memerankan peran jenaka tentang baris-berbaris. Di tengah adegan HW, masuk tokoh dukun sebagai penggambaran masyarakat dahulu yang mempercayai takhayul, bid’ah, dan khurafat. Di situ peran generasi sekarang seperti Kokam dan IPM sangat penting. Penampilan diakhiri dengan masuknya tokoh Aisyiyah yang diperankan oleh Raisya Luna sebagai pembaca puisi tentang perjuangan yang harus dilakukan Muhammadiyah dari zaman ke zaman.

Keluwesan para pemain dan keseriusan pembimbing dalam melatih para siswa berbuah manis dengan hasil yang diperoleh. Teater Tumbuh berhasil meraih juara 3 dalam ajang tersebut. Pada hari Senin, 21 November SMP Muhammadiyah Plus diundang langsung untuk penyerahan piala penghargaan sekaligus penutupan acara Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah ke 48. Hadir di atas panggung Menteri Perdagangan RI Dr. (H.C.) H. Zulkifli Hasan, S.E., M.M., yang menyerahkan secara langsung piala kejuaraan lomba drama kolosal kepada Kepala SMP Muhammadiyah Plus Salatiga, Sutomo, M.Ag.

Ditemui usai penyerahan penghargaan, Toat selaku pembimbing Teater Tumbuh mengungkapkan rasa bangganya kepada para pemain yang diasuhnya. Ia mengungkapkan bahwa dalam waktu latihan yang singkat kurang lebih 3 minggu dengan 2 minggu latihan rutin, dan satu minggu untuk pemantapan, anak-anak dapat tampil secara memuaskan.

Sutomo, M.Ag.,  juga tak henti mengucap syukur atas prestasi yang berhasil diraih. “Alhamdulillah, saya sampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada anak-anak solih solihah dan pelatih hebat yang telah mengharumkan nama SMP Muhammadiyah Plus Salatiga dalam gelaran Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah ke 48. Ini merupakan kado Milad ke 6 SMP Muhammadiyah Plus tanggal 26 November nanti.” Ungkap Kepala Sekolah inspiratif tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *