Wakil Wali Kota Salatiga H. Muh. Haris, M.Si., bersama dengan perwakilan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Salatiga didampingi Kepala SMP Muhammadiyah Plus secara simbolis menggunting pita sebagai tanda diresmikannya studio pembelajaran daring SMP Muhammadiyah Plus (Kamis, 9 Juli 2020).
Keseriusan lembaga pendidikan Muhammadiyah di Salatiga untuk menyambut tahun ajaran baru 2020/2021 pada masa tatanan baru atau new normal dalam keadaan pandemi covid-19 yang masih mewabah dibuktikan dengan peluncuran studio pembelajaran di semua sekolah Muhammadiyah di Kota Salatiga. Dari mulai tingkat SD, SMP, SMA, hingga SMK Muhammadiyah, secara bersama-sama telah meresmikan studio pembelajaran daring. Peresmian dilaksanakan secara bersama-sama di sekolah masing-masing dengan menggunakan aplikasi ¬zoom meeting¬.
Kegiatan peresmian studio daring turut dihadiri Wakil Wali Kota Salatiga yang pada kesempatan tersebut hadir di SMP Muhammadiyah Plus untuk meresmikan studio daring. Dalam kesempatan tersebut, H. Muh Haris, M.Si., menyampaikan apresiasi dan selamat kepada Sekolah Amal Usaha Muhammadiyah Kota Salatiga atas peresmian studio pembelajaran jarak jauh. “Saya memberikan apresiasi dan selamat kepada jajaran Muhammadiyah Kota Salatiga atas peresmian studio pembelajaran jarak jauh dari tingkat SD, SMP, SMA, dan SMK. Studio PJJ ini adalah yang pertama di Kota Salatiga. Semoga fasilitas ini akan semakin menambah semangat belajar mengajar, baik bagi jajaran sekolah maupun bagi para siswa yang sampai saat ini masih sekolah dari rumah.”
Selain itu, Pimpinan Wilayah Jawa Tengah Ketua, Drs. H. Tafsir, M.Ag., juga turut bergabung lewat daring pada aplikasi ¬zoom meeting. Kepala Dinas Pendidikan Kota Salatiga, Staff Khusus Wali Kota Salatiga, Majelis Dikdasmen Kota Salatiga, dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM), juga turut hadir secara langsung untuk meresmikan studio daring.
H.Tafsir, M.Ag., sangat mengapresiasi lembaga pendidikan Muhammadiyah di Salatiga yang telah meresmikan studio pembelajaran daring. Selain itu beliau juga menyampaikan bahwa sekolah Muhammadiyah harus inovatif dan progresif. “Semoga Salatiga menjadi Kota Pendidikan di Provinsi Jawa Tengah khususnya sekolah Muhammadiyah yang dapat dijadikan kiblat atau icon.”
