• January 20, 2022 2:34 pm

SMP MUHAMMADIYAH PLUS SALATIGA

Generasi Unggul, Cerdas, dan Qur'ani

SMP Muhammadiyah Plus Laksanakan Kegiatan International Mobility Program ke Tiga Negara

Bysmpmplus

Aug 5, 2019

Sebanyak 39 siswa SMP Muhammadiyah Plus Salatiga dan 3 orang pendamping melaksanakan kegiatan International Mobility Program selama lima hari ke Malaysia, Singapura, dan Thailand.

SMP Muhammadiyah Plus Salatiga adalah sekolah yang mempunyai komitmen untuk melaksanakan program luar negeri. Kegiatan ini bertujuan untuk membuka wawasan dan menambah pengetahuan internasional. Selain itu, siswa juga diajak untuk mengenal ragam budaya, habit, dan kultur di negara lain yang sudah maju. Selama lima hari, dari tanggal 30 Juli – 3 Agustus 2019 seluruh peserta program melakukan perjalanan dengan penuh rasa antusias. Mendapatkan pengalaman perjalanan ke luar negeri pertama kali, menjadi tantangan tersendiri oleh siswa karena melatih tanggung jawab, disiplin, dan kemandirian.

Malaysia adalah negara pertama yang menjadi destinasi kunjungan dalam kegiatan ini. Siswa SMP Muhammadiyah Plus mendapat kesempatan untuk mengunjungi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur, Malaysia. Dalam kunjungannya, Atase Pendidikan dan Kebudayaan Mokhamad Farid Maruf, menyambut dengan hangat kedatangan rombongan SMP Muhammadiyah Plus Salatiga. Selain kunjungan ke KBRI, rombongan juga melakukan kunjungan silaturahmi ke Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL). Dalam kesempatan tersebut, SMP Muhammadiyah Plus menampilkan tarian dan seni bela diri tapak suci. Dalam kegiatan International Mobility Program ini, rombongan juga diajak untuk mengunjungi beberapa tempat wisata yang ada di Malaysia, seperti Malaka, Petronas, Masjid Besar Selat Malaka, dan Batu Cave.

Negara yang menjadi destinasi berikutnya adalah Singapura. Banyak pelajaran dan pengalaman yang dapat diambil oleh siswa di negara maju ini. Salah satunya adalah tentang kedisiplinan dan sikap untuk menghargai waktu. Siswa diajak untuk mengunjungi National Library, yaitu perpustakaan terbesar di Singapura. Gedung dengan 14 lantai yang menyediakan jutaan buku dari berbagai genre ini menarik perhatian dan keingintahuan siswa dalam kegiatan International Mobility Program. Beberapa tempat wisata seperti Marlion Park, Universal Studio, Marina Bay Sand, dan Garden by The Bay juga tak lupa untuk disinggahi.

Dihari terakhir, rombongan peserta International Mobility Program diajak untuk mengunjungi negara dengan julukan Negeri Gajah Putih yaitu Thailand, tepatnya di Thailand Selatan. Dua distrik di Thailand yang dikunjungi adalah Hat Yai dan Songkhla. Seluruh rombongan juga berkesempatan untuk berkunjung ke Konsulat Republik Indonesia (KRI) di Songkhla, Thailand Selatan yang diterima langsung oleh Bapak Fachri Sulaiman. Perbedaan budaya yang terdapat di Thailand Selatan yang separuh penduduknya beraga muslim dan separuhnya menganut agama terbesar di Thailand yaitu Budha menjadi daya tarik tersendiri bagi siswa.

Salah satu siswa yang ikut dalam kegiatan International Mobility Program, Imam Baihaqi mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat membuka wawasan dan merubah pola pikirnya tentang cita-cita yang ingin ia raih. “Setelah mengunjungi tiga negara, yaitu Malaysia, Singapura, dan Thailand, saya berkeinginan untuk bisa membangun gedung-gedung yang lebih hebat dari yang sudah saya lihat di Negara Singapura.” Pendapat lain juga diungkapkan oleh Raja, “Saya akan membeli semua bank dan gedung perusahaan yang terdapat di Singapura.”

Dalam kesempatan tersebut, Kepala SMP Mugammadiyah Plus, Sutomo, M.Ag., mengungkapkan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan ini yang telah diberikan kelancaran dan kesuksesan dari berangkat hingga kembali lagi ke Tanah Air. Kegiatan ini juga membentuk sikap mandiri dan ketangguhan fisik dalam membentuk karakter siswa yang unggul. “Alhamdulillah, kegaiatan International Mobility Program yang pertama di SMP Muhammadiyah Plus Salatiga ini berjalan dengan lancar. Kegiatan ini adalah bentuk komitmen kami untuk membuka wawasan internasional siswa, serta memberikan pengalaman langsung bagi siswa untuk mempelajari dan mengenal budaya di berbagai negara. Siswa yang ikut dalam kegiatan ini sangat kooperatif dan bertanggung jawab. Semoga ini bisa menjadi modal bagi peserta didik untuk menggapai cita-cita mereka setinggi-tingginya.” ungkap Penerima Beasiswa School Leadership and Supervision Training Program oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Jiangsu, China.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *